Rumah keluarga di tepi lembah Sayan yang tersusun dari kayu jati daur ulang, batu andesit, dan sebuah taman dalam yang menjadi pusat kehidupan sehari-hari.
| Lokasi | Sayan, Ubud, Gianyar |
|---|---|
| Luas bangunan | 420 m² di atas lahan 1.150 m² |
| Tahun | 2023–2025 |
| Tim | Laras Wicaksana, Dimas Arya, Putu Sedana |
| Status | Terbangun |
Gagasan
Klien kami — keluarga dengan tiga anak dan seorang nenek — meminta rumah yang terasa seperti desa kecil. Kami memecah program menjadi empat massa rendah yang mengelilingi taman dalam, dihubungkan selasar beratap yang membiarkan angin lembah mengalir bebas.

Ruang dan material
Seluruh struktur atas memakai kayu jati dari rumah-rumah joglo yang dibongkar di Jawa Tengah. Setiap balok diberi nomor, dibersihkan, lalu dirakit ulang oleh tukang kayu setempat dengan sambungan pasak tanpa paku.
Dinding taman memakai batu andesit bakar kasar dari Karangasem, sementara lantai dalam dilapisi terazo lokal berwarna pasir. Palet yang sedikit membuat cahaya dan bayangan menjadi ornamen utama rumah ini.
Kami ingin rumah yang tidak berteriak. Arsa memberi kami rumah yang berbisik — dan justru itu yang membuat kami betah.
Keluarga Santosa, pemilik rumah
Hidup di dalamnya
Setahun setelah serah terima, pohon kamboja di taman dalam sudah tumbuh melewati atap. Keluarga ini menyebut taman itu “ruang keluarga yang sebenarnya” — tempat anak-anak belajar, nenek menenun, dan tamu disambut.


