Restorasi bukan soal membuat bangunan tampak baru. Ia soal memilih apa yang dipertahankan, dan bagaimana yang baru berbicara dengan yang lama.
Di studio, kami selalu memulai dengan pertanyaan sederhana: bagaimana ruang ini akan dipakai pada pukul tujuh pagi, pada siang yang terik, dan pada malam hujan? Jawabannya hampir selalu lebih penting daripada gambar yang indah.
Kami bekerja dengan maket kertas dan kayu balsa jauh sebelum membuka perangkat lunak 3D. Maket memaksa kami berpikir tentang cahaya, skala, dan bayangan dengan cara yang tidak bisa digantikan layar.
Bangunan yang baik tidak berteriak. Ia berbisik, dan orang mendengarkannya bertahun-tahun.
Belajar dari Arsitektur Tradisional
Material lokal bukan hanya soal estetika. Kayu, batu, dan bata dari sekitar lokasi mengurangi jejak karbon pengangkutan, mudah diperbaiki, dan dikenali baik oleh tukang setempat.
- Teritis minimal 1,2 meter pada dinding yang terpapar hujan
- Bukaan silang pada setiap ruang utama
- Material yang bisa diperbaiki, bukan hanya diganti
Setiap proyek adalah kerja bersama. Klien, konsultan struktur, kontraktor, tukang kayu, dan perajin memberi masukan yang sering kali mengubah detail menjadi lebih baik dari rancangan awal kami.


